EduCenter: One Stop Education of Excellence, Edukasi untuk Calon Pemimpin Masa Depan

Semenjak menjadi ibu, saya sadar bahwa peradaban itu pada mulanya berawal dari dalam rumah, dari keluarga. Peran orang tua dan keluarga sangat dibutuhkan dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas. Untuk mendukung itu, persiapan dari mulai edukasi hingga nutrisi dipilah dan dipilih dengan baik bahkan sejak dalam kandungan. Bukan lagi soal memberikan yang terbaik bagi anak, namun jauh dari itu, ini soal mempersiapkan kebutuhan esensial bagi calon pemimpin masa depan. Selain nutrisi, edukasi sangatlah penting. Pun ketika si bayi dilahirkan, edukasi yang menyenangkan yang juga mendukung tumbuh kembangnya mulai dipraktekan. Hingga pada masanya kelak, ia menetas dan mencari sendiri apa yang ingin ia pelajari. Tak melulu edukasi formal di sekolah, namun juga edukasi non formal sebagai penunjang kreativitas. Bisa berupa kursus menari, kursus seni lukis, hingga kursus bahasa asing yang semakin disadari sangat berperan penting dalam era globalisasi seperti sekarang ini. Namun ada kalanya hambatan jarak dan waktu yang terbatas dalam menjangkau berbagai tempat kursus yang berjauhan membuat semangat belajar itu pudar. Untuk itu, memilih beragam tempat kursus dalam satu naungan atap merupakan solusi terbaik bagi para orang tua jaman now. Di dalam satu gedung, anak dapat memilih beragam tempat kursus favoritnya, tanpa membuang waktu, tanpa berpindah lokasi. Bernama EduCenter, berdiri sebagai pusat pendidikan di kawasan terpadu yang strategis, menawarkan konsep pendidikan yang jarang ditemui, yakni one stop education of excellence under one roof.

***

 Mencerdaskan Kehidupan Bangsa adalah Cita-Cita Luhur Kemerdekaan Indonesia

Education is the best weapon you can use to change the world -Nelson Mandela-
Saya adalah salah satu orang yang mengamini pepatah Nelson Mandela, yang mana bahwa pendidikan adalah senjata terbaik yang bisa digunakan untuk mengubah dunia. Melalui pendidikan yang benar dan tepat sasaran, seseorang akan mampu mengubah nasibnya sendiri, termasuk nasib bangsanya bahkan dunia. Maka tak heran, di banyak negara maju, pemerintahnya berbondong-bondong untuk memperbaiki sistem pendidikan demi mencetak generasi-generasi yang mampu memajukan kehidupan bangsa. Indonesia misalnya, adalah salah satu negara yang memiliki sejarah perkembangan pendidikan yang sangat panjang hingga memiliki jejak sistem pendidikan modern seperti sekarang ini. Masuknya kebudayaan Hindu di beberapa daerah di pulau jawa, menjadi titik awal dimulainya sejarah literasi di Indonesia. Pendidikan di Indonesia pun berkembang seiring dengan masuknya berbagai agama di setiap daerah. Hingga singkatnya, masuklah ke masa kolonial, dimana Belanda mendirikan sekolah-sekolah untuk menghasilkan pegawai-pegawai yang bisa dibayar dengan murah. Begitu panjangnya sejarah pendidikan di Indonesia hingga akhirnya kini pendidikan bisa dengan bebas diakses oleh siapa saja. Meskipun kita ketahui bersama bahwa pendidikan di Indonesia belum sepenuhnya merata, namun perbaikan mutu pendidikan itu selalu dilakukan. Pendidikan adalah hal terpenting yang paling dasar dalam pembangunan. Sebegitu pentingnya pendidikan, pemerintah sampai mengalokasikan anggaran pendidikan tahun 2018 sebesar Rp444,131 Triliun, atau sekitar 20 % dari APBN (data dari setkab.go.id).
Segala hal yang mendukung kemajuan pendidikan telah dipersiapkan, tinggal kita yang mau ikut mendukung, ikut bergerak dan menjalankannya. Di daerah terpencil misalnya, ketika kekurangan guru di sana-sini, banyak organisasi juga lembaga pemerintahan yang mengirimkan relawan-relawan yang siap mengabdikan diri menjadi guru di sana. Bersusah-susah dengan segala keterbatasan fasilitas pendidikan, pun hambatan sosial yang biasanya mereka temukan di sudut-sudut desa. Seperti sahabat saya, Arumdari Nurgianti namanya. Seorang pengajar muda yang dikirim ke Bima untuk mengajar murid-murid yang memiliki keterbatasan dalam akses pendidikan. Tetap melangsungkan kegiatan belajar mengajar meski beralaskan sisa-sisa kayu bekas dan beratapkan daun kelapa, sekolah mini katanya.
Atau Ai Nurhidayat, seorang pemuda Pangandaran yang menghidupkan kembali sekolah bangkrut dengan modal sendiri dan bala bantuan rekan juga keluarganya. Berhasil mempertemukan puluhan siswa dari sabang sampai merauke yang kurang mampu untuk bersekolah di SMK Bakti Karya Parigi. 

 

Siapapun bisa ikut berperan menyukseskan pendidikan di Indonesia. Lalu pertanyaannya, apa peran yang sudah kita lakukan?
 

Peran Serta Orang Tua dalam Mempersiapkan Calon Pemimpin Masa Depan

Memperbaiki kualitas pendidikan membutuhkan solusi lebih dari banyak pihak, baik swasta maupun masyarakat. Semakin banyak pihak yang bersinergi, maka akan semakin besar pula dampaknya bagi kemajuan bangsa, termasuk keterlibatan keluarga, keterlibatan kita sebagai orang tua. Keluarga adalah awal mula seorang individu akan terbentuk, bakal calon pemimpin masa depan. Bahkan sejak dalam kandungan pun nutrisi dan edukasinya sudah seharusnya diperhatikan. Dalam buku Rene Van de Carr  While You Are Expecting: Your Own Prenatal Classroom, beliau menulis, “There is a critical time in an infant’s development beginning at about five months into pregnancy. Interaction between the baby and its environment stimulates brain growth both before and after birth.” Betapa mereka, anak-anak kita, sudah harus diberikan stimulasi bahkan sebelum kita melihatnya. Stimulasi yang diberikan, baik berupa musik, ayat suci Al-Quran maupun suara orang tuanya adalah salah satu bentuk usaha orang tua agar perkembangan otak anaknya terbentuk dengan sempurna. Begitupun ketika si bayi sudah lahir ke dunia. Sambutan dunia untuk mengajaknya berenang dalam dunia literasi semakin luas. Ayah dan ibu bisa membacakan beragam buku bergambar pada si bayi,  mengajaknya berinteraksi lewat dialog dongeng favorit, hingga memperlihatkan berbagai macam ekspresi terhadapnya. Karena tak pernah ada istilah “terlalu dini” untuk memperkenalkan buku pada si kecil, maka mulailah membacakan buku untuknya. Banyak sekali manfaat dari membacakan buku. Mulai dari menciptakan bonding yang erat dengan anak, penambahan kosa kata, pengenalan ragam emosi, hingga melatihnya memusatkan perhatian dalam mendengar dan mengingat. 

 
Sama halnya ketika anak sudah menginjak usia sekolah. Selain pendidikan informal yang dilakukan oleh keluarga, tentu peran orang tua adalah memilihkan sekolah terbaik untuk anaknya. Namun tak melulu sekolah formal, sekolah non formal kini sangat dibutuhkan untuk melatih ketangkasan, keterampilan hingga mengasah jiwa seni si kecil. Karena kelak, dunia kerja tak selalu membutuhkan kemampuan akademis saja, namun juga kemampuan berbicara, keterampilan dan kreativitas, yang bisa diasah dan dilatih melalui pendidikan non formal atau pendidikan luar sekolah (PLS).

Pendidikan Non Formal Berperan dalam Pembangunan Berkelanjutan

Sudah sejak lama pemerintah memberikan perhatian lebih pada pendidikan non formal. Dalam UU Nomor 20 tentang Sistem Pendidikan Nasional secara lugas dan tegas disebutkan bahwa pendidikan non formal akan terus ditumbuhkembangkan dalam kerangka mewujudkan pendidikan berbasis masyarakat, dan pemerintah ikut bertanggungjawab terhadap kelangsungan pendidikan non formal sebagai upaya untuk menuntaskan wajib belajar 9 tahun. Namun pendidikan non formal yang lebih dikenal dengan kegiatan les atau kursus ini bukan berarti tak menemukan hambatan dalam proses pelaksanaannya. Tak jarang ditemui, ketika orang tua sudah mengencangkan ikat kepala dan sepakat memilihkan beberapa tempat kursus untuk anaknya, hambatan berupa waktu dan jarak tempuh tiba-tiba menjadi momok yang merusak semangat anak-anaknya. Mari kita lihat ilustrasi berikut.
 
 
Seorang anak bernama Budi sangat tertarik untuk mempelajari bahasa mandarin dan meminta orang tuanya untuk mendaftarkan dirinya di tempat kursus terdekat. Selang beberapa minggu, ternyata Budi pun tertarik untuk ikut kursus matematika karena merasa membutuhkan waktu tambahan untuk lebih memahami rumus-rumus. Di luar jam sekolah, kedua kursus pun dijalani Budi. Sayangnya, kedua kursus tersebut berlangsung di hari yang sama. Jam 1 sampai jam 3 pergi kursus Bahasa Mandarin di dekat rumahnya, lanjut jam 4 sampai jam 6 sore kursus Matematika yang berjarak 15 Km dari rumahnya, yang mana menghabiskan kurang lebih 45 menit perjalanan. Itu jika tak menghadapi kemacetan, ketika macet, perjalanan bisa menghabiskan hingga 1 jam lebih, maklum jam pulang kantor. Dua hingga tiga hari Budi masih semangat menjalani. Namun di minggu ke dua, Budi mulai terlambat masuk di salah satu kursus, minggu ke tiga terlambat dua-duanya. Hingga di minggu ke empat ia menyerah dengan segala lelah, karena jarak dan macet yang ditempuhnya. Di rumah pun menjadi kelelahan dan tak sanggup untuk bercanda dengan keluarga apalagi mempersiapkan pelajaran untuk sekolah esok hari.
 

 

Lain hal dengan Ani. Ia sepakat dengan orang tuanya untuk memilih kursus piano, kursus bahasa inggris dan kursus memasak di satu gedung yang sama. Ya, 3 kursus sekaligus di hari dan tempat yang sama. Ketika bel pulang sekolah berbunyi jam 1 siang, Ani pulang ke rumah dan bersiap untuk berangkat kursus piano jam 2 siang. Kursus piano terselesaikan dalam 1 jam, Ani melanjutkan kursus bahasa inggrisnya selama 1 jam pula. Tanpa berpindah lokasi, hanya berpindah dari lantai A ke lantai B, Ani pun mengakhiri kursus memasak di jam 5 sore. Sambil menunggu jemputan ayahnya yang kebetulan pulang kantor, Ani mencoba berbagai makanan lezat di foodcourt yang juga tersedia di gedung tersebut. Kemudian pulang ke rumah untuk beristirahat dan menceritakan pengalaman-pengalaman menariknya selama kursus kepada Ayah, ibu dan Kakaknya.
 
Pengalaman kursus yang sungguh berbeda bukan? Tentu kursus yang dijalani Ani adalah pilihan yang paling ideal. Karena sesungguhnya kursus diharapkan menjadi stress realease bagi anak setelah seharian menghabiskan banyak waktu dengan pelajaran-pelajaran padat di sekolah. Maka jika perjalanan dan jarak tempuh, belum lagi hambatan lain yang mengganggu efektifitas kursus, bukankah hal itu tak lagi menyenangkan? Ada baiknya memang orang tua memilih kembali lokasi kursus yang dipilih. Apakah cukup efektif dan efisien ? Apakah si anak cukup enjoy menjalaninya ?
Nah, Jika ada lebih dari 20 tempat kursus dalam satu gedung yang nyaman dan mudah diakses, kenapa tidak menjadi pilihan utama? Pertanyaan lainnya, di tempat itu kah Ani mengambil 3 kursus sekaligus? Jawabannya YA, satu-satunya di Indonesia, gedung yang memiliki lebih dari 20 lembaga pendidikan di dalamnya itu bernama EduCenter.

EduCenter : One Stop Education of Excellence Under One Roof !

Gedung EduCenter

Pertama dan terbesar di Indonesia, EduCenter hadir menjadi solusi para orang tua yang ingin memberikan berbagai pilihan tempat kursus terbaik di dalam satu gedung yang sama. Berlokasi strategis di antara 31 sekolah dan universitas, serta di tengah 4 cluster perumahan elite di BSD city. EduCenter menjadi terobosan baru di dunia pendidikan. Layaknya sebuah mall yang menawarkan berbagai puluhan tenant untuk dikunjungi, EduCenter sebagai pusat pendidikan yang terintegrasi, menawarkan lebih dari 20 institusi pendidikan dan pre school yang tentunya sangat kredibel dan ternama di Indonesia. Institusi pendidikan tersebut diantaranya adalah Calculus, Global Art, Yamaha Music School, Wow! Art, Young Chef Academy, Farabi Music School, Flybest Flight Academy, CMA Mental Arithmetic, Shane Learning Center, Far East Education, Flamingo Studio, Uniprep, UIC Collage dan lain sebagainya. Dari sekian banyak institusi yang berlokasi di Gedung EduCenter, tentu beragam pula jenis kursus yang ditawarkan. Mulai dari Kursus memasak, matematika, bahasa inggris, bahasa mandarin, balet, fisika, kimia, art, bahkan hingga bela diri. Karena berkonsep Educational Mall pula, tentu layanan seperti cafe, restoran, hingga Lapangan olahraga pun disediakan. Maka selain aman untuk anak karena tak perlu berpindah lokasi, dengan adanya cafe dan restoran, membuat rasa tenang kembali terbangun karena sudah terjamin kebersihan makanannya.

Berbagai Pilihan Jenis Kursus yang Tersedia di EduCenter

 

Sumber : intagram educenterid

Jika diperhatikan, seru sekali ya foto-foto kegiatan di atas. Anak-anak disibukkan dengan hal yang mereka senangi. Selain nantinya melatih kemampuan berkomunikasi dan bersosialisasi, tentu hal yang mereka minati pun akan semakin terasah, yang pasti akan menjadi bekal hidup berguna untuk masa depannya kelak. Selain berfokus pada pendidikan, EduCenter yang berlokasi strategis di kawasan BSD City ini pun tak jarang melakukan berbagai kegiatan sosial seperti donasi buku, juga aksi donor darah dan cek kesehatan gratis. Masyarakat selalu diajak berpartisipasi untuk ikut berbuat baik. Percaya atau tidak, kegiatan sosial ini pasti diperhatikan  oleh anak-anak yang berkunjung ke EduCenter, dampaknya hebat, mereka akan tahu betapa indahnya hidup dengan saling berbagi. Bukankah sifat-sifat baik seperti itu yang juga dibutuhkan para calon pemimpin masa depan? Berikut dua kegiatan sosial yang dipublikasikan lewat instagram educenterid.

 Kedepannya, semoga #educenter membuka cabang di kota-kota lainnya, agar fasilitas yang sangat memudahkan ini bisa dinikmati oleh semua kalangan di berbagai daerah.
Sebagai orang tua, kita perlu kembali mengingat bahwa kita sedang membesarkan anak yang 15 atau 30 tahun kedepan akan menjadi seorang pemimpin. Entah itu sebagai pemimpin organisasi di sekolahnya, pemimpin untuk keluarganya, bahkan bisa jadi pemimpin untuk bangsanya. Maka sudah menjadi kewajiban, sebagai insan yang ingin turut serta memajukan bangsanya, kita harus ikut mengupayakan, mempersiapkan, memilih dan mengawal proses pendidikan yang dijalankan oleh anak. Memberikan teladan lewat pendidikan informal dalam keluarga, mendukungnya di segala bidang pendidikan formal, pun memfasilitasi keterampilan, minat juga bakatnya di pendidikan non formal.

6 Alasan EduCenter Menjadi Pilihan

 

Bagaimana, adakah rekan-rekan yang sudah mengalami serunya memilih pendidikan formal ataupun non formal untuk anak? Jangan segan berkomentar ya 🙂
Posts published: 38

25 comments

  1. Juwita Ratnasari says:

    Menarik banget !!!! Ini kira-kira kapan ya ada di Subang??

    1. Indah Riadiani says:

      Semoga secepatnya ya Ju…kira-kira kalo ada di subang, ada di daerah mana yaa? Otista kali ya

  2. Apriy says:

    Lah aku yang orang tangerangnya aja gatau. Terimakasih mbak infonya, saya jadi malu kalo kasih pendidikan yg biasa-biasa aja buat anak, emang harus yg terbaik ya mbak

    1. Indah Riadiani says:

      Hahaha berati harus sering main ke BSD mba hihi

  3. Nugraha says:

    Bisa banget nih buat pertimbangan…anakku memang lagi cari kursus aritmatik

    1. Indah Riadiani says:

      Iya Mas di tangsel kan, deket tuuh. Ada CMA juga di sana kalo mau belajar arithmatic

  4. Levi says:

    Jadi keluarga juga bisa ikut andil ketika si anak kursus di gedungnya eduCenter ya..

    1. Indah Riadiani says:

      Bisa sekali palepi..dengan memilihkan kursus terbaik buat anaknya. Itu kali ya. Emak bapaknya juga bisa makan di restoran di EduCenternya looh

  5. April Tupai says:

    Seru banget ini EduCenter ini BSD deket rumahku heuheuheu

    1. Indah Riadiani says:

      Waah kamu beruntung sekali Mba :))

  6. Salman Khalif says:

    Saya tunggu EduCenter di Manado !!

    1. Indah Riadiani says:

      Aamin, saya juga lagi tunggu semoga buka di Bogor Pak

  7. Khadeeza Tsarif says:

    Ini ko keren yak ada tempat beginian. Masih di BSD doang teh ?

    1. Indah Riadiani says:

      Iya saat ini masih di BSD neng, semoga segera buka banyak cabang di kota lain yaaak

  8. Pia Bunda Lila says:

    Baru denger Ndah soal mall edukasi ini. Kece ya, makin banyak orang yang serius sama pendidikan. Yuk ah 3 taun lagi daftarin anak-anak kita hehe.

    1. Indah Riadiani says:

      Iya kan, kalo pendidikan udah diseriusin gini, jd optimis bangsa kita juga bisa maju. Oya 3 taun lg anak2 kita pre school yak

  9. Puti says:

    Anaku ko kaya yang diinfografis alur perjalanan Budi ya 🙁 iya ya kasian juga.

    1. Indah Riadiani says:

      Ya ampun, kasian ah mba… coba diperbaiki pemilihan lokasi dan waktu kursus nya mba. Ato yuk daftar aja di EduCenter

  10. Nadeefa says:

    Ndah aku tertarik deh, bisa buat pilihan. Rencana dio mau pre school taun depan. thanks loh infonya

    1. Indah Riadiani says:

      Waaah Dio udah gede ya.. ;)) Nanti langsung daftar aja ya buk di web nya.

  11. Dian Ardinata says:

    Arum ama Ai temenmu ndah? Aku malah tau mereka di sosmed aja. How small world

    1. Indah Riadiani says:

      Iya, Arum adik kelas, kalo Ai kakak kelas. Mereka anak fellowship juga Di 🙂

    2. Indah Riadiani says:

      Iya, Arum adik kelas, kalo Ai kakak kelas. Mereka anak fellowship juga Di 🙂

  12. Kima V says:

    Very clear internet site, thank you for this post.

  13. issuu.com says:

    I really like reading a post that will make men and women think.
    Also, thanks for allowing for me to comment!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Enter Captcha Here : *

Reload Image

About Me
Saya R. Indah Riadiani Hapsarie. Seorang ibu dan long life learner dengan hobi fotografi, videografi, dan literasi. Berpengalaman sebagai penyiar radio dan Junior Expert Public Relation untuk KP3EI Kementerian Koordinator Perekonomian Indonesia. For any inquiries please contact indahriadiani@gmail.com
Juara 1 Lomba Blog Nasional Batik Lebih Baik
Juara 3 Gin International Blog Competition
Juara 2 BPOM Blog Competition
Juara 2 Hatta Rajasa Writing Competition
Badan Pemeriksa Keuangan
Calendar
March 2018
M T W T F S S
« Feb   Apr »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
Bukopin Siaga
Part of
Copyrights © 2017 R. Indah Riadiani Hapsarie. All Rights Reserved.