Surat dari Masa Depan

Karangan penulis

 

Pertanyaannya, apakah kita sudah memiliki draft balasan surat untuk masa depan? Apakah kita sudah mempersiapkan anak kita untuk menjadi creator teknologi? atau membiarkannya hanya menjadi consumer

Begini, karena esensinya memang diciptakan untuk memudahkan kegiatan manusia, maka tak heran jika kini teknologi telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari semua aspek kehidupan manusia. Begitupun di masa depan. 

Maka, mengenalkannya pada anak bukanlah suatu hal yang tabu, karena nantinya, anak cucu kita lah yang akan berhadapan langsung dengan teknologi canggih versi nyata yang sekarang mungkin hanya bisa kita saksikan di film-film science fiction

 

Kapan Mulai Mengenalkan Teknologi pada Anak? 

Menurut ahli pendidikan terkemuka Jean Piaget, anak pada tahap perkembangan kognitif praoperasional, yakni 3 tahun ke atas sudah bisa mulai dikenalkan pada teknologi. Karena pada tahap perkembangan ini perilaku anak secara dominan ditandai dengan perilaku meniru (imitasi) dan aktivitas yang bertujuan. Anak pun sudah mulai belajar menggunakan simbol dan lambang.

Namun sebelumnya, mari kita kerucutkan, teknologi macam apa yang akan dikenalkan pada anak? Saya sendiri memilih untuk mengenalkan teknologi digital komputer sepaket dengan bahasa pemogramannya (coding). Kenapa? Karena kini computing sudah digunakan di semua aspek kehidupan kita, mulai dari komunikasi, perbankan, hiburan, edukasi, hingga pemerintahan. Bahkan Sheryl Sandberg, COO Facebook mengatakan “An understanding of computer science is becoming increasingly essential in today’s world. Our national competitiveness depends upon our ability to educate our children—and that includes our girls—in this critical field.” Sebegitu pentingnya pemahaman tentang ilmu komputer di masa depan, sehingga kita sebagai orang tua disarankan untuk bersiap merencanakan pendidikan anak..

Sumber: Google

Coding atau pemograman sendiri adalah adalah kegiatan dimana kita memberi instruksi pada komputer tentang apa yang harus mereka lakukan lewat sebuah kode atau bahasa pemograman. Canggihnya, kode-kode itulah yang membangun sebuah program, baik pada komputer maupun pada gawai yang kita miliki. Banyak orang yang mengira bahwa coding ini akan sulit dipelajari oleh anak. Padahal faktanya kini sudah banyak programmer-programmer cilik yang telah merancang berbagai aplikasi maupun games, baik di Indonesia maupun di luar negeri. Sebut saja Arrival Dwi Sentosa, saat usianya 13 tahun, ia berhasil membuat antivirus bernama Artav yang mampu mendeteksi virus lokal maupun global. Sungguh sebuah prestasi yang membanggakan.

 

Manfaat Belajar Coding/Pemograman pada Anak Usia Dini

 

1. Lebih produktif.

Ketika anak lain membuka youtube dan menikmati games buatan orang lain, anak yang belajar coding justru menikmati aplikasi dan games baru buatannya sendiri.

 

2. Menyalurkan kreativitas.

Coding akan merangsang anak untuk mengeksplorasi ide-ide baru.

 

3. Anak memiliki mindset baru.

Pertanyaan mereka bukan lagi “What is this?”, tapi “How to make this” dan “how to solve this“. Belajar coding  membuat anak tidak mudah menyerah dan lebih teliti. Jika program yang dibuat tidak lengkap, maka program pun tidak akan bisa dijalankan, solusinya harus di ‘debug’ untuk menemukan bagian yang salah dan memperbaikinya.

 

4. Melatih problem-solving.

Bahasa pemrograman akan melatih logika si kecil sehingga terbiasa untuk memecahkan masalah secara sistematis.

 

5. Memiliki kemampuan Computational thinking.

Dengan kemampuan ini, anak akan mampu mengkomunikasikan pikiran secara logis dan terstruktur.

 

6. Membuka luas kesempatan kerja di masa depan.

Tahun 2015, data BLS (Bureau of Labor Statistics) mengungkap dari 26 juta lapangan pekerjaan di Amerika Serikat, kemampuan pemrograman komputer dan coder paling dicari ketimbang pekerjaan lainnya.

 

Dimana Bisa Belajar Pemograman/Coding?

Jawabannya adalah Sanger Learning, sebuah kursus komputer di Medan.

Surat dari Masa Depan

Berlokasi di Jl. Abdul Hakim, Komplek Icon 3 Blok A No 2 Medan Selayang, Sumatera Utara. Lembaga kursus ini siap mencetak generasi masa depan  yang kompeten di bidang programming, desain grafis, dan animasi. Dengan kapasitas intensive class 2-6 siswa, regular class 7 – 12 siswa dan private class 1 siswa, waktu pembelajaran pun diatur se fleksibel mungkin sesuai kesepakatan siswa dan pengajar. Bahkan untuk bisa membuat aplikasi android dan website sendiri, Sanger Learning menyediakan kelas intensive android programming dan web design hanya dalam waktu 7 hari saja.

 

Sumber: Instagram @sangerlearning

 

Sebagai orang tua tentunya kita selalu ingin memberikan dan mempersiapkan yang terbaik untuk buah hati tercinta. Mengenalkannya pada teknologi digital, terlebih mendukungnya untuk belajar ilmu coding, menurut saya adalah bekal terbaik untuk mereka menghadapi masa depan. 

 

 

Sumber:

https://tekno.kompas.com/read/2011/02/17/21000125/Kisah.Pembuat.Antivirus.dari.Bojongsoang.