Tentang RedDoorz, Paspor dan Segenggam Sakura

Saat itu usia saya masih 5 tahun, terheran-heran dengan keadaan ramai orang yang berlalu-lalang. Ada yang membawa koper, menjinjing tas besar, juga ada yang mendorong kereta besi bertumpukkan koper. Semuanya tergesa-gesa, seperti sedang memburu waktu.

Saya duduk termangu bersama ibu, nenek dan saudara-saudara sepupu. Sesekali kami bercanda dan saling melempar tawa. Tapi sesungguhnya pikirku masih bingung, malah bertambah bingung ketika melihat satu keluarga yang berpelukan, kemudian menangis saat (sepertinya) sang ayah pergi menjauh sambil melambaikan tangan. Kenapa mereka? Ini tempat apa sebenarnya? 

Katanya sih kami ke sini untuk mengantar Paman pergi ke Jepang. 

Ah daripada penasaran, tak ada salahnya kan bertanya

“Kita di mana sih bu?” Tanyaku

“Kita di Bandara neng, namanya Bandara Soekarno Hatta.” Jelas ibu.

Kulihat paman membereskan kopernya, dan mendekat menyalami kami satu persatu. Tak disangka nenek pun menangis, karena katanya paman akan pergi selama satu tahun di sana untuk dinas kerja. Memangnya Jepang sejauh apa sampai nenek sesedih itu? luar negeri itu di mana sih?

Itulah pertama kalinya saya pergi ke bandara dan pulang dengan membawa setumpuk pertanyaan. Maklum ya dari kampung, paling jauh juga perginya ke pasar, beli baju lebaran hehe.

 

Memandang Jepang dari Lembaran-Lembaran Foto

Setelah Paman tiba di Jepang, hampir setiap bulan ia mengirimi kami surat dan kartu pos. Setiap mengirim surat, biasanya selain menceritakan apa saja yang ia lakukan, bertemu dengan siapa saja, ia pun menyelipkan beberapa lembar foto. Dari situlah saya mulai mengenal Jepang, menjadi tahu di mana letaknya, seperti apa budayanya, juga  seberagam apa makanannya. Dari Paman pula saya menjadi tahu indahnya bunga sakura saat bermekaran. Membayangkan bisa menggenggamnya langsung di Jepang, adalah doa yang selalu saya amini. Ah sakura memang indah sekali.

 

Paman dan Tim di Bawah Bunga Sakura yang Sedang Mekar

 

Foto Hasil Jepretan Paman

 

Jepang dan Ikigai

Seperti terkena candu, kehadiran Pak Pos pun menjadi hal yang paling saya tunggu setiap waktu. Semoga ia datang membawa surat dari Jepang, begitu doa saya dalam hati. Sampai akhirnya satu tahun berlalu, Paman pun datang membawa tumpukan oleh-oleh dan tentunya cerita-cerita menarik tentang Jepang, bahagia luar biasa. 

Namun ada satu cerita yang paling menarik perhatian, dan berhasil memberi pengaruh pada hidup saya, yakni tentang Okinawa “The Land of Immortals” atau “Negeri Orang Berumur Panjang”. Ya, di sana Paman banyak bertemu dengan centenarian atau warga yang berusia lebih dari 100 tahun, bukan 1 atau dua orang saja, tapi ratusan. Katanya, orang-orang di sana menganut prinsip ikigai. Iki yang berarti “hidup” dan Gai yang berarti “nilai”, atau tujuan hidup, reason of being. Di mana mereka selalu memulai dengan hal-hal kecil, mengenal dan menerima diri sendiri, harmoni dan berelasi dengan orang lain, menemukan kenikmatan pada hal-hal kecil, dan “being present and now” atau benar-benar menjalani juga memaknai hidup pada saat ini. Cerita ini pula yang membuat saya mencari “ikigai” saya sendiri dan selalu belajar menikmati hal-hal kecil yang saya sukai. Saya suka berjalan kaki, dengan berjalan…saya bisa menikmati segarnya udara, harumnya bau rumput, bertegur sapa dengan tetangga, juga sambil mengingat masa kecil saat berjalan bersama Ayah ke sekolah. Sederhana, namun memiliki makna yang mendalam hingga menemukan bahagia di setiap detailnya, mungkin itulah ikigai. 

 

Sumber: bbc.com

Ah, Paman benar-benar telah membuat saya tegila-gila pada Jepang. Hanya mendengar ceritanya saja mampu membuat saya bahagia. 

Dan percayalah, sampai saat ini, 22 tahun kemudian, kebahagiaan itu masih saya rasakan setiap saya memikirkan tentang Jepang, tentang sakura. Apalagi ketika banyak bacaan wisata ke Jepang hilir mudik menggoda untuk saya baca, dari blog.reddoorz.com contohnya. Wah semakin meluaplah keinginan saya untuk melangkahkan kaki ke sana. 

 

Saya Ingin Menggenggam Sakura Langsung Dari Asalnya

Namanya juga mimpi, tak ada salahnya kan kita desain seindah mungkin? Dan mumpung masih awal tahun, menjadikannya resolusi travelling 2019, rasanya asik juga, siapa tahu bisa terwujud. Amiin.

Jika saya diizinkan Tuhan untuk pergi ke sana, sesuai rekomendasi artikel reddoOrz plus tips and trick nya di sini, saya akan mengunjungi Okinawa dan ke tiga tempat berikut untuk melihat bunga sakura: 

Shinjuku Gyoen Park, Tokyo

Katanya ada 20.000 jenis pohon di taman ini, termasuk pohon Sakura yang jumlahnya sekitar 1.500 pohon. Sekedar berkeliling dan berfoto dengan latar bunga sakura di taman ini sepertinya sangat menyenangkan.

 

sumber:blog.reddoorz.com

Kota Tua Takayama, Gifu

Selain menjadi favorit wisatawan karena terdapat beberapa lokasi yang ditemukan di film anime Your Name, dari sini pun, kita bisa menikmati pemandangan sakura di Taman Miyagawa Ryokuchi, dan Sungai Enakogawa.

Sumber: blog.reddoorz.com

Chidorigafuchi

Sepertinya romantis ya, bercengkrama sambil mendayung sampan di bawah bunga-bunga sakura yang berjatuhan. Di Chidorigafuchi ini katanya ada sekitar 200 pohon sakura. Jumlah tersebut belum terhitung dengan pohon sakura yang ada di sisi barat Imperial Palace dan Kedutaan Inggris yang jumlahnya mencapai 170 pohon.

Sumber: blog.reddoorz.com

Dan terakhir, saya ingin sekali mengunjungi University of Tokyo, agar saya termotivasi untuk bisa mendapatkan beasiswa sekolah di sana. Amiin

 

Langkah Pertama Wujudkan Resolusi Traveling 2019, Membuat Paspor!

Di Kantor Imigrasi Jakarta Selatan

 

Karena serius dengan mimpi ini. Maka, untuk mewujudkannya, mulailah kami mencicil dengan membuat paspor terlebih dahulu. Siang itu saya mantap membuat jadwal pembuatan paspor untuk suami dan anak-anak. Dengan semangat saya pun mendaftar ke kantor imigrasi Bogor melalui whatsapp. Namun apalah daya, ternyata antrian penuh hingga bulan depan. Berbekal pengalaman membuat paspor di Kantor Imigrasi Jakarta Selatan, saya pun memberanikan diri daftar di sana. Benar saja, antrian di sana kosong dan kami pun mendapat tanggal kapan kami harus mendaftar. Namun tentu dengan konsekuensi harus menginap di Jakarta, mengingat perjalanan Bogor-Jakarta-Bogor dalam satu hari menggunakan kereta pasti akan sangat melelahkan. 

 

RedDoorz, Solusi Menginap Murah Rasa Mewah

Langkah selanjutnya adalah memilih tempat menginap. Awalnya sempat bingung juga saat harus mencari hotel yang nyaman dan juga ramah kantong. Tahu sendiri kan hotel-hotel di Jakarta harganya setinggi langit. Bayar tidur untuk semalam saja setara dengan membeli beras 25 liter, sayang kan… 

 

Seperti dalam video di atas, solusi menginap di Jakarta tiada lain, tiada bukan, adalah dengan memilih RedDoorz, jaringan penginapan budget miring terbesar di Indonesia. Iya miring, maka tak heran jika Hotel-hotel RedDoorz langsung memenuhi halaman pertama kalau kamu search harga hotel termurah di Online Travel Agent

RedDoorz, yang saya tahu sejak 2015 walaupun harganya miring, memang dikenal dengan kualitas terbaik dalam pelayanan dan pengalaman menginap yang memuaskan. Kebetulan sekali, dulu kontrakan saya di Jakarta bersebrangan dengan RedDoorz, jadi sedikit-sedikit tahu bagaimana pelayanan dan pengelolaan kamarnya, karena sering ngobrol sama penjaganya pas beli sayur 😁😁

Pemesanannya pun sangat mudah, bisa dilakukan melalui situs, maupun aplikasi RedDoorz yang bisa didownload di app store ataupun play store. Kita hanya tinggal meng-klik aplikasinya, cari daerah tempat yang akan dikunjungi, kemudian pilihlah hotel yang sesuai budget dan selera. Nantinya akan tertera gambar juga review para RedTraveler yang sebelumnya sudah menginap. Setelah itu, klik booking dan bayar melalui sistem pembayaran yang disediakan. Mudah ko, seperti dalam video di atas.

Dan ini dia alasan saya mantap memilih RedDorz.

 

Tentang RedDoorz, Paspor dan Segenggam Sakura

 

Ya, saya memilih RedDoorz karena memang lokasinya dekat dengan Kantor Imigrasi. Jika menggunakan busway, kami hanya tinggal lurus saja ke arah Ragunan. Naik Ojek Online pun tarifnya hanya 10.000, murah. Selain itu, RedDoorz Premium Near Ragunan Zoo 2 pun hanya berjarak 3,6 km dengan Stasiun Kereta Tanjung Barat, 400 m dengan Kebun Binatang Ragunan, dan 1,8 km dengan Kidciru Transmart Cilandak. Area parkir pun sangat luas, ditambah dengan dapur bersama, ruang tamu dan mushola. 

Harganya? Jangan kaget, saya hanya membayar Rp. 156.000 setelah mendapat potongan RedCash sebesar Rp. 39.000. RedCash adalah mata uang virtual berbentuk poin yang akan didapat langsung ketika kita melakukan pemesanan melalui situs maupun aplikasi RedDoorz. Saya sendiri mendapatkannya setelah  mendownload aplikasi RedDoorz dan melakukan pemesanan kamar di aplikasi tersebut. Tak tanggung-tanggung, RedCash yang diberikan adalah 100.000 loh. Tak hanya itu, setelah memesan kamar ini, ternyata saya pun mendapat tambahan saldo RedCash sebesar 62.400, yang bisa digunakan untuk potongan harga di pemesanan kamar selanjutnya. Asik banget kan?!! 

Malah jika ingin mendapat keuntungan berlipat lainnya, kita bisa bergabung menjadi member RedClub. Sebuah program loyalti dimana kita nantinya bisa menginap gratis saat berulang tahun, diskon hingga Rp. 30.000 setiap kali menginap, dan akan mendapat kode promo juga diskon secara ekslusif.

“Ah, dengan harga semurah itu pasti dapat layanan yang seadanya.”

Heiiiiitzzz kata siapa? RedDoorz memiliki garansi layanan, dimana sudah dipastikan customernya akan mendapat wifi gratis, TV satelit, air mineral, linen yang bersih, kamar mandi yang bersih, juga perlengkapan mandi gratis seperti pasta gigi dan sikatnya, sisir, cotton bud juga sanitary bag. Favoritnya lagi, setelah melewati hari yang melelahkan di kantor imigrasi, kami bisa relax mandi dengan air hangat. Bayarnya cuman 156ribu ya, SERATUS LIMA PULUH ENAM RIBU. 

 

 

Jadi kurang lebih inilah fasilitas kamar yang saya dapatkan dari RedDoorz:

1. Tempat tidur dengan kasur dan bantal yang empuk, juga selimut yang tebal.

2. Dua botol mineral water

3. Dua handuk

4. Sabun dan shampoo

5. TV satelit dengan beragam pilihan channel

6. Ac cepat dingin

7. Toilet bersih, dilengkapi dengan tissu, dan air panas.

8. Lemari Pakaian yang sangat luas

9. Rak sepatu

10. Meja  + Kursi

11. Dua lampu tidur di sisi kiri dan kanan kasur

12. Balkon yang luas

13. Jemuran handuk di balkon

14. Dua tempat sampah yang disediakan di samping TV dan toilet. 

15. Wifi kentjang

 

Untuk keluarga dengan budget backpacker seperti kami, RedDoorz sudah paling ideal sih menurut saya. Buat kamu yang tak mau ketinggalan informasi ter update dari RedDoorz terutama diskon dan promo, bisa pantau follow social medianya:

Website: www.reddoorz.com

Instagram: instagram.com/reddoorzid/

Facebook: facebook.com/RedDoorzIndonesia/

Twitter: twitter.com/reddoorzid

Youtube: youtube.com/

Dan jangan lupa download aplikasinya di playstore dan appstore ya ^^

 

 

Terimakasih RedDoorz, sudah menjadi solusi saat kami membutuhkan tempat bernaung di kota orang. Alhamdulillah, setelah lima hari berlalu, paspor pun sudah di tangan dan siap membawa kami melaksanakan resolusi travelling tahun ini, Jepang! Nah, semoga kedepannya RedDoorz bisa berekspansi hingga ke Negeri Sakura ya, biar travelling ke Jepang bisa lebih hemat.

 

 

Impian menggenggam sakura pun semakin dekat, semoga saja terwujud, amiin.

Posts published: 41

26 comments

  1. Dian Anugerah says:

    Beneran cuman 156rb teh?????? SHOCK!! Itu udah kaya hotel mahal padahal kalo diliat dari poto

    1. haha sekaget itu kan? beneran, cek aja :))

  2. Jena Aksara says:

    Pengen ke Jepang jugaaaa, ikooooot!! Tapi btw aku baru tahu loh tentang ikugai, menarik mom!

    1. Ikigai buuk… iya doakan ya semiga terealisasi taun ini. Amiin

  3. Lianda Nurfadila says:

    Aku sering banget nginep di reddoorz dari sebelum banyak saingannya kaya sekarang ni. Tetep setia sih ama reddorz, gamau ke lain hati hehe

    1. yang murah banyak, tp yg rasanya mewah baru aku rasain di RedDoorz…ya kaan

  4. Ratu Siti Khadijah says:

    Muraah banget 156ribuuuu. Langsung diwnload nih akyyu

    1. Iyaaa kaan, mana dapet cashback pula…

  5. Rumi says:

    Dlu pernah jg nginep di reddoorz pas dibandung, murang bgt emm… Book via web n bayar di tempat ga tau ada apps nya… Cuuss brb install ah… Thanks infonyaaaaa teh sgt bermanfaat

  6. Rumi says:

    Dlu pernah jg nginep di reddoorz pas dibandung, murang bgt emm… Book via web n bayar di tempat ga tau ada apps nya… Cuuss brb install ah… Thanks infonyaaaaa teh….

    1. Iyaaa yuum, di apps nya jg ada tawaran bayar di tempat. Bener2 sih, untuk pengalaman menginap yg nyaman kaya gini mah kebangetan murahnya ya yum ❤️❤️

  7. Adhi Nugroho says:

    Wow, Jepang! Semoga resolusinya tercapai ya, Mba. Saya baru tahu di Jepang ada The Land of Immortal. Jadi penasaran.

    Anyway, dengan harga Rp150 ribuan, ternyata fasilitas yang RedDoorz berikan jempolan, ya? Mantap. Semoga lombanya menang dan paspornya cepat digunakan. Amin.

    Terima kasih, Mba. Salam hangat.

    1. Amiiiin ya Allah…
      iya mas, di sana orang2nya pada bahagia, umurnya jd panjang2 deh…

  8. Nikita Natalie says:

    Woaa untung baca ini,, pas banget belum pesen hotel buat liburan weekend ini. Thx ndah infonya, murah pisan euy bener

    1. Mau jalan kemana lagi nik? Halan-halan teruuuus. Cus pesen RedDoorz aja. Kantong ga bolong, tp tetep mewah dan nyaman.

  9. Vindy Aldian says:

    Pesona Jepang memang tak pernah pudar ya, semoga Indah dan keluarga bisa ke Jepang tahun ini ya, amin.
    Btw, itu 6 garansi layanan Reddoorz nya pasti ada ya walaupun harganya 90ribuan?

    1. Betul sekali, garansi layanan RedDoorz sudah pasti ada di setiap kamarnya mas :)) asik kan..

      Iyap, terbukti 20 tahun lebih pesonanya Jepang masih menancap di daftar impian saya. Amiin terimakasih mas sudah mampir.

  10. Didit says:

    Yakin menggenggam doang? Ga akan naek ke poon nya ndah? 😂 etapi Reddoorz emang ga pernah mengecewakan sih, bener kata tulisan lo di atas. Udah mewakili kepuasan gue lah pokonya ama Reddoorz.

    1. Emang, nginep di RedDoorz udah berasa nginep di hotel mewah, padahal bayar cuman 150rban doang. Gimana ga puas coba?

      Hahahaha iya doain yak bisa kesana biar tar foto di ujung rantingnya sakura 😂

  11. Biru anjanie says:

    Kecee badai ih,
    Jadi pengen nginep ke sana juga.
    Maklum hotel di jakarta harganya selalu buat ngelus dada ya kak. Hehee

    Semangat terus ibu favoritku!

    1. Iya Blue, hotel Jakarta emang bikin astagfirullah harganya, maklum ya metropolitan. Tapi dengan adanya RedDoorz, sekarang ga perlu ngelus dada lagi kan :)) di kota manapun, RedDoorz harganya paling hemat, tp dgn kamar yang mewah ❤️

      Maacih Blue udah mampir 😘

  12. Windarti says:

    Wow! Mantap bangeeet, Mbak…. Jadi pengen incip-incip ke RedDoorz 😍

    1. Icip-icip mbaa, staycation gtu seru deeh..melepas penat. Semalemnya 90rb an aja RedDoorz mah. Love banget pokonyaaa ❤️

  13. Windarti says:

    Pilihan buibu bangeeet… Murah tapi mewah ya?

    1. Iya mbaaa, bisa diliat dari foto dan video ku di atas kan ya..bayarnya cuman 150rban dapetnya kamar harga 300-400an 😘 thx mba win udah singgah ❤️

  14. Joe Candra says:

    Aiihhh pengen juga lah ke Jepang hehehhe. Btw aku jg suka Reddoorz nih, murah dan gak murahan yah kak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Enter Captcha Here : *

Reload Image

About Me
Saya R. Indah Riadiani Hapsarie. Seorang ibu dan long life learner dengan hobi fotografi, videografi, dan literasi. Berpengalaman sebagai penyiar radio dan Junior Expert Public Relation untuk KP3EI Kementerian Koordinator Perekonomian Indonesia. For any inquiries please contact indahriadiani@gmail.com
Juara 1 KPPPA Vlog Competition Bersama TVOne
Juara 2 Video Contest Bersama BioStrath
Juara 1 Lomba Blog Nasional Batik Lebih Baik
Juara 3 Gin International Blog Competition
Juara 2 BPOM Blog Competition
Juara 2 Hatta Rajasa Writing Competition
Badan Pemeriksa Keuangan
Calendar
March 2019
M T W T F S S
« Dec   Apr »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
Bukopin Siaga
Part of
Copyrights © 2017 R. Indah Riadiani Hapsarie. All Rights Reserved.