Sekolah Lapangan (SL) adalah kegiatan belajar mengajar yang dilakukan di luar ruangan untuk menyatu dengan alam. Kegiatan ini mulai berjalan pada tanggal 28 Januari 2023, dan dilaksanakan setiap hari Senin. Pembelajaran ini melibatkan kelas X hingga kelas XII SMK Bakti karya Parigi yang digabung menjadi satu. Selain itu, para guru pun ikut bergabung sebagai fasilitator atau pembimbing, dan dibagi menjadi beberapa kelompok.
Penasaran apa saja yang dilakukan saat kegiatan Sekolah Lapangan?
Seluruh siswa yang tergabung dari kelas X sampai XII dibagi menjadi beberapa kelompok dan didampingi oleh satu guru. Hari pertama, setiap kelompok memasak makanan yang sudah ditetapkan, masakan yang harus dihidangkan terdiri dari dua macam. Bisa makanan ringan, maupun makanan berat sesuai kesepakatan kelompok. Contohnya bakwan, tumis gendot, atau goreng pisang. Bisa juga minuman seperti es cincau atau es pisang ijo. Dilanjutkan hari Senin berikutnya dengan mempersiapkan lahan yang sudah disediakan oleh pihak sekolah.
Lahan tersebut nantinya akan ditanami dengan berbagai jenis sayuran yang sebelumnya dimasak oleh setiap kelompok. Setiap kelompok akan melakukan semua tahapan menanam mulai dari mempersiapkan benih, penyemaian, penanaman, pemupukan tanaman, hingga nantinya dipanen dan dimasak kembali oleh setiap kelompok.
Sekolah Lapangan ini diadakan untuk melatih siswa berkebun dan memahami apa saja yang harus dilakukan ketika berkebun. Siswa juga mengasah kemampuan bekerja sama dalam berkelompok. Selain berkebun, siswa juga belajar membuat pupuk organik yang digunakan untuk pupuk tanaman yang mereka tanam nantinya.
Sekolah Lapangan merupakan pendekatan pembelajaran sebagai upaya untuk membangkitkan geliat ketahanan pangan oleh siswa di tengah kondisi ekonomi Indonesia yang sedang sulit. Melihat urgensi ini, Sekolah Lapangan menjadi wadah untuk generasi milenial belajar cara berkebun, agar mampu mempersiapkan cadangan pangan kedepannya. Selain itu, Sekolah Lapangan juga berguna untuk melatih kekompakan antar kelompok sehingga dapat membangun interaksi yang maksimal dalam kegiatan belajar.